RUANG LINGKUP SEJARAH
1. Sejarah Sebagai Peristiwa
2. Sejarah Sebagai Kisah
3. Sejarah Sebagai Ilmu
4. Sejarah Sebagai Seni
1. Sejarah Sebagai Peristiwa
Sejarah sebagai peristiwa adalah menyangkut peristiwa itu sendiri yang benar-benar terjadi. Sebagai contoh adalah peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 disebut sebagai sejarah sebagai peristiwa karena memang terjadi.
Beberapa ciri-ciri sejarah sebagai peristiwa
antara lain yaitu bersifat unik dan hanya terjadi satu kali, bersifat
abadi yang artinya tidak akan berubah serta memiliki pengaruh berupa
efek dan dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya peristiwa sejarah
tersebut.
2. Sejarah Sebagai Kisah
Sejarah sebagai kisah adalah pengisahan kembali peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Peristiwa yang terjadi di masa lampau diceritakan/dikisahkan kembali oleh sejarawan, guru, atau tokoh yang mengalami peristiwa tertentu.
Kisah sejarah yang disajikan pun dapat dilakukan secara lisan maupun
tertulis. Secara lisan, sebuah kisah sejarah dapat disampaikan dalam
bentuk ceramah, pidato dan cerita lisan. Sedangkan secara tertulis,
kisah sejarah dapat dituangkan dalam bentuk cerpen, majalah atau buku.
Contoh: seorang guru menceritakan tentang peristiwa Perang Diponegoro (1825-1830)
3. Sejarah Sebagai Ilmu
Sejarah sebagai ilmu secara umum yaitu membahas mengenai
kebenaran dari sejarah itu secara objektif. Sejarah sebagai ilmu
pengetahuan mempelajari kenyataan dengan mengadakan penelitian dan
pengkajian mengenai peristiwa cerita sejarah. Sejarah juga bisa
dikatakan sebagai pengetahuan masa lampau yang disusun secara sistematis
dengan metode kajian secara ilmiah.
Dalam
perkembangannya, sejarah memang dapat dijadikan sebagai sarana untuk
pendidikan dan menambah wawasan pengetahuan. Beberapa ciri-ciri sejarah sebagai ilmu
antara lain adalah bersifat Empiris, memiliki Objek, memiliki Teori,
memiliki Metode dan Generalisasi berdasarkan penelitian yang telah
dilakukan.
Contoh: sejarah sebagai ilmu pengetahuan misalnya adalah
penelitian para ilmuwan yang meneliti kebenaran sejarah, bisa lewat
bukti fosil, prasasti, tugu, artefak, situs kuno dan bukti ilmiah
sejarah lainnya.
4. Sejarah Sebagai Seni
Sejarah sebagai seni secara umum yaitu mengenai sejarah
yang ditulis dan diceritakan kembali sesuai faktanya namun bersifat
seni. Meski sejarah disusun berdasarkan bahan-bahan secara ilmiah,
tetapi penyajiannya menyangkut soal keindahan bahasa dan seni
penulisannya.
Sejarah bisa dikategorikan sebagai seni karena
perlunya intuisi, imajinasi, emosi dan gaya bahasa yang termasuk sebagai
karya seni dalam menuliskan sejarah supaya menjadi menarik. Tetapi
sejarah tidak benar-benar seni secara mutlak karena dalam proses
penelitiannya dilakukan secara ilmiah.
Contoh: sejarah sebagai seni
misalnya adalah seni pahat di candi, relief di situs bersejarah,
patung-patung di kuil dan, buku sejarah dengan deskripsi yang indah sehingga pembaca seolah menjadi aktor di dalamnya, serta seni sejarah lainnya.

Komentar
Posting Komentar