K-Pop: Sejarah dan Perkembangannya

K-pop, kepanjangannya Korean Pop ("Musik Pop Korea"), adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara. Kegandrungan akan musik K-Pop merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Demam Korea (Korean Wave) di berbagai negara.

Pada tahun 1885-an muncul sebuah genre musik baru di Korea yang disebut ch’angga, sebuah musik dengan alunan instrumental modern seperti gitar, drum, flute, dan lainnya. Musik tersebut merupakan musik adaptasi dari pop barat dan menggunakan lirik bahasa Korea, beberapa diantarannya adalah memang lagu barat yang diaransemen dan ditranslate ke bahasa Korea. Seperti "Oh My Darling, Clementine" yang diaransemen dan ditranslate menjadi "Simcheongga".

Pada saat Penjajahan Jepang atas Korea (1910–1945) musik bergenre ini digunakan untuk mengekspresikan kesedihan, kepedihan, dan harapan penduduk Korea. Tetapi Jepang menyita koleksi changga yang ada dan menerbitkan buku lirik sendiri. Salah satu lagu yang populer dan dikenal hingga sekarang adalah "Huimangga" (희망가) yang berarti Harapan.

Peningkatan kesejahteraan di Korea Selatan ditandai dengan diselenggarakannya Olimpiade Seoul 1988. Titimangsa itu memperlihatkan arah yang berubah: demokrasi berorientasi pasar menguat ke Korea Selatan. Salah satu indikasinya adalah mulai longgarnya sensor pada media.

Sebelumnya, ekonomi Korea Selatan banyak ditentukan oleh rezim militer yang getol berutang ke luar negeri. Setelah Perang Korea sampai 1980-an akhir, meski berganti-ganti penguasa yang dilakukan lewat kudeta militer, hampir semua penguasa adalah para jenderal yang menerapkan pemerintahan autotarian.

Hari ini, hingar bingar K-pop seakan meredupkan sejarah muram ini. K-pop bersama gelombang budaya pop Korea lainnya telah menghapus reputasi daerah Korea Selatan sebagai negara industri berkembang yang kumuh. Citra negara miskin, yang pada 1960an sama melaratnya dengan Ghana, yang digambarkan segala sesuatunya berbau bawang putih dan amis kimchi, kini berganti dengan gambaran kehidupan kosmopolitan yang maju.

Demokrasi memang telah jadi pengorbanan terbesar untuk keberhasilan ekonomi Korea Selatan ini. Pada 1989, setahun setelah kejatuhan rezim militer, SM Studio dibangun seorang mantan penyanyi folk dan rock. Dapur rekaman inilah cikal bakal SM Entertainment, satu korporasi yang bakal menciptakan K-pop.

Memakai inisial namanya, orang di balik SM itu adalah Lee Soo-man. Tanpanya, tak akan ada Kwon Boa, TVXQ, Super Junior, SNSD, f(x), Shinee, EXO, Red Velvet dan NCT. Lebih tepatnya, tak akan ada idol Korea.



Lee Soo-man dan Perkembangan Musik Pop Korea

Lee lahir di Seoul pada 18 Juni 1952, saat Perang Korea masih berkecamuk. Dia tumbuh di tengah keluarga yang mencintai musik. Ibunya sendiri bermain piano klasik. Saat itu, genre pop Korea yang dominan adalah trot, kependekan dari "foxtrot", yang diucapkan dalam lidah Korea: teuroteu.




(Foto: Lee So Man Pendiri SM Entertainment_idntimes.com)







Trot meminjam musik Barat dan dari lagu-lagu populer Jepang, warisan pendudukan Jepang, dari 1910 sampai 1945. Genre ini campuran berbagai pengaruh tadi dengan gaya bernyanyi khas Korea yang disebut pansori. Mudahnya: semacam dangdutnya Korea.

Selain trot, ada juga rock yang muasalnya dari pangkalan angkatan darat Amerika Serikat. Meski Perang Korea usai, pasukan AS tetap berada di Korea Selatan untuk perlindungan. Dengan berlanjutnya kehadiran militer AS selama masa ini, budaya Amerika dan dunia menyebar di Korea Selatan dan musik Barat secara bertahap menjadi lebih diterima.

Pada akhir 1960-an musik pop Korea mengalami transformasi lain. Banyak musisi yang berasal dari kalangan mahasiswa dan lulusannya yang sangat dipengaruhi oleh budaya dan gaya hidup Amerika, termasuk gerakan hippie. Tidak seperti pendahulunya yang dipengaruhi oleh perang dan penindasan Jepang, mereka membuat musik yang lebih ringan.

Lee, bagaimanapun, menenggelamkan diri dalam musik folk dan rock. Dia mulai bernyanyi di sebuah kedai kopi pada 1971 saat menjadi mahasiswa Seoul National University. Dia memulai debut profesionalnya sebagai penyanyi pada 1972, merilis lagu hits seperti "Happiness" dan "One Piece of Dream". Selain bernyanyi, ia juga bekerja sebagai DJ dan pembawa acara TV.

Pada 1980, Lee Soo-Man membentuk sebuah band heavy metal pertama di industri musik Korea. Band bernama Lee Soo-man and 365 Days itu hanya berumur pendek. Karena pada saat yang sama, Chun Doo-hwan, jenderal yang naik jadi presiden lewat kudeta, memulai kebijakan baru dalam sensor media. Chun Doo-hwan sendiri disebut-sebut sebagai otak di balik Pembantaian Gwangju.

Mendapati situasi begini, Lee melihat tidak ada masa depan dalam industri hiburan Korea. Tahun berikutnya, 1981, dia kembali mengejar impian aslinya untuk menjadi insinyur dan hijrah ke Amerika Serikat. Dia mengambil gelar magister di bidang komputer di California State University.

Saat Lee di AS, kehadiran MTV memicu evolusi dalam industri hiburan, lewat munculnya video musik. Lee tertarik dengan konsep video klip ini. Label Motown yang mengorbitkan Michael Jackson menginspirasi Lee. Gerakan-gerakan tari bintang pop pada 80an ini secara tidak langsung bakal menjadi DNA K-pop nantinya. Pada tahun 1985, Lee menerima gelarnya dan pulang, dengan bertekad “mereplikasi hiburan Amerika di Korea.”

Lee kembali masuk ke dunia hiburan sebagai DJ dan presenter. Pada 1989, setelah empat tahun menabung dan menyerap pengalaman di industri ini, ia mendirikan SM Studio di Gangnam, Seoul. Saat berusia 37 tahun inilah ia memulai SM dengan modal awal sekitar 200 juta won.

Keberhasilannya adalah mengorbitkan penyanyi dan penari hip-hop Hyun Jin-young, yang albumnya rilis pada 1990. Namun, saat sedang berada di puncak kesuksesannya, Jin-young ditangkap gara-gara narkoba. Lee benar-benar terpukul, dan dari pengalaman ini mengajarinya untuk menerapkan kontrol penuh atas artis-artisnya. Sebuah sistem yang lebih autotarian diperlukan.


Meledaknya K-pop dan Legitimasi SM Entertainment


Musisi pop Korea medio 90an menggabungkan sebagian gaya musik pop Eropa dan sebagian besar Amerika seperti rap, rock, jazz, electronica dan techno dalam musik mereka.

Pada 1992, sebuah grup beranggota tiga pria Seo Taiji and Boys mementaskan sebuah lagu rap di kompetisi bakat TV Korea. Meski berada di peringkat terakhir, penampilan mereka begitu menghibur penonton. Sejarawan musik Korea umumnya menyebut penampilan ini sebagai awal dari K-pop. Debut penampilan kelompok Seo Taiji and Boys pada tahun 1992 menandakan awal mula musik pop modern di Korea yang memberi warna baru dengan aliran musik rap, rock, techno Amerika. Suksesnya grup Seo Taiji and Boys diikuti grup musik lain seperti Panic, dan Deux. Tren musik ini turut melahirkan banyak grup musik dan musisi berkualitas lain hingga sekarang. Musik pop dekade 90-an cenderung beraliran dance dan hip hop.Salah satu anggota S­eo Taiji and Boys itu adalah Yang Hyun-suk, yang kemudian jadi pendiri YG Entertainment, pesaing SM nantinya.





(Foto: Seo Tajiji and Boys)





Pada 1996, Lee mereformasi agensinya menjadi SM Entertainment. Mencontek konsep Seo Taiji and Boys, SM mendebut grup idola pertamanya: boyband beranggota lima bernama HOT, kependekan dari High-Five of Teenagers. Diikuti oleh girlband pertama SM bernama SES, yang diambil dari nama membernya, Sea, Eugene, dan Shoo. Kedua grup ini begitu populer dan menginspirasi kemunculan grup-grup sejenis. Dari sinilah K-pop mulai mendesak trot tradisional dan rock dalam skema musik komersial Korea.

Pada 1998, Lee memulai ekspansinya ke seluruh Asia. Idol-idolnya bernyanyi dalam bahasa Jepang dan Cina, tapi suara dan gaya musiknya tetap berpatok pada prinsip yang membuatnya populer di Korea. Lee dan timnya juga memproduksi suatu buku manual, sebuah katalog yang membahas langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mempopulerkan artis K-pop di tiap negara-negara Asia berbeda. Manual tersebut menjelaskan kapan harus mendatangkan komposer, produser, dan koreografer luar; progresi akord yang harus disetel di tiap negara berbeda; warna bulu mata sang penampil yang harus dipulas di negara tertentu; gestur tangan yang harus digerakan; sampai sudut kamera yang harus dipakai.

Manual tersebut berhasil. Di akhir 90an, HOT menjadi pemuncak tangga musik di Cina dan Taiwan. Karena investasi utama idol adalah kemudaan, biasanya grup hanya bertahan lima tahun. Antara HOT dan SES dibubarkan pada awal 2000an.Manual tersebut berhasil. Di akhir 90an, HOT menjadi pemuncak tangga musik di Cina dan Taiwan. Karena investasi utama idol adalah kemudaan, biasanya grup hanya bertahan lima tahun. Antara HOT dan SES dibubarkan pada awal 2000-an.

BoA, seorang penyanyi solo debut pada 2000, dan mendapat kesuksesan besar di Jepang. TVXQ debut 2003 dan mendapat kesuksesan serupa di Jepang. Super Junior debut pada 2005, dan menjadi lebih raksasa di Asia ketimbang HOT. Kemudian pada 2007 muncul SNSD, girlband beranggota sembilan ini benar-benar didesain bukan hanya menjarah Asia tapi juga Barat. Ada juga Shinee dan f(x) yang ikut memeriahkan kegemilangan K-pop.

Seiring era internet yang makin digdaya, utamanya Youtube, membantu memuluskan kejayaan K-pop. Majalah bisnis Nikkei menempatkan SNSD atau Girls’ Generation ini di sampulnya pada 2010, mengindikasikan bahwa girlband ini adalah Samsung selanjutnya.

Pada tahun 2000-an pendatang-pendatang baru berbakat mulai bermunculan. Aliran musik R&B serta Hip-Hop yang berkiblat ke Amerika mencetak artis-artis semacam MC Mong1TYMRainSuper JuniorBig Bang yang cukup sukses di Korea dan luar negeri. Beberapa artis underground seperti Drunken Tiger, Tasha (Yoon Mi-rae) juga memopulerkan warna musik kulit hitam tersebut. Musik rock masih tetap digemari di Korea ditambah dengan kembalinya Seo Taiji yang bersolo karier menjadi musisi rock serta Yoon Do Hyun Band yang sering menyanyikan lagu-lagu tentang nasionalisme dan kecintaan terhadap negara. Musik techno memberi nuansa modern yang tidak hanya disukai di Korea saja, penyanyi Lee Jung-hyun dan Kim Hyun-joong bahkan mendapat pengakuan di Cina dan Jepang. Musik balada masih tetap memiliki pendengar yang paling banyak di Korea. Musik balada Korea umumnya dikenal dengan lirik sedih tentang percintaan, seperti yang dibawakan oleh Baek Ji YoungKCMSG Wannabe, dan sebagainya. Musik balada umumnya digemari karena sering dijadikan soundtrack drama-drama televisi terkenal seperti Winter SonataSorry I Love YouStairway to Heaven dan sebagainya.




(Foto: Blackpink_liputan6.com)











(Foto: Super Junior_titro.id)







Berbagai artis Korea menangguk kesuksesan di dunia internasional seperti BoA yang menembus Jepang dan digemari di banyak negara. Kemudian artis-artis lain seperti RainSe7enShinhwaRyu Shi-won, dan sebagainya berlomba-lomba untuk menaklukkan pasar musik di Jepang. Rain tercatat sebagai artis Asia pertama yang mengadakan konser internasional bertajuk RAINY DAY 2005 Tour, di Madison Square Garden.





(Foto: Se7en_variety.com)















(Foto: Shinwa)









Sumber:
https://www.wikipedia.id
https://www.tirto.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Virus Corona - Sejarah dan Perkembangannya