KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA

Latar Belakang dan Tujuan Kedatangan Bangsa-Bangsa Barat  (Eropa) Ke Indonesia

Mengapa Bangsa Indonesia bisa dijajah oleh Bangsa Barat (Belanda) selama kurang lebih 350 tahun?

Hindia Timur terutama sekali wilayah Indonesia adalah wilayah sebagai penghasil rempah-rempah yang sangat laku di pasaran dunia pada waktu itu. Pada abad ke-13 rempah-rempah merupakan komoditi perdagangan dunia yang harganya pada saat itu melampaui harga emas. Rempah-rempah merupakan hasil bumi yang berupa tanaman Cengkeh, Lada, Pala, Kayu Manis, Jahe, Kapulaga, dll. Rempah-rempah pada saat itu memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga hal itulah yang memicu Indonesia dikuasai oleh bangsa-bangsa Barat (Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris)


Dari penjelasan di atas, maka dapat dijawab pertanyaan di atas mengenai mengapa bangsa Indonesia bisa dijajah oleh Belanda selama 350 tahun.

Untuk lebih memperjelas dari pertanyaan di atas, maka di bawah ini akan dipaparkan mengenai latar belakang atau sebab dan tujuan mengapa Bangsa-bangsa Barat bisa datang ke Indonesia.

Adapun Latar Belakang dan Tujuan Kedatangan Bangsa-bangsa Barat Ke Indonesia yaitu:

1. Motivasi 3G (Gold, Glory, Gospel)
Gold (emas): Keinginan bangsa Barat untuk mendapatkan kekayaan dari sumber daya alam (ekonomi) dengan menguasai wilayah (menjajah).
Glory (kejayaan): Keinginan bangsa Barat untuk mendapatkan kejayaan setelah menguasai kekayaan wilayah jajahan.
Gospel (tugas suci): Keinginan bangsa Barat untuk menyebarkan agama Kristen.

2. Dikuasainya Konstantinopel Oleh Kesultanan Turki Utsmani (Ottoman Turki)
Dengan dikuasainya Konstantinopel pada tahun 1453 oleh Turki Utsmani di bawah pimpinan Sultan Muhammad II (Muhammad Al-Fatih), maka pelabuhan Konstantinopel tertutup untuk para pedagang dari Barat. Oleh karena itu bangsa-bangsa Barat harus mencari jalan keluar untuk mendapatkan komoditas rempah-rempah dengan mencari daerah asalnya.

3. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi terutama ilmu pengetahuan tentang geografi dan teknologi perkapalan juga teknologi penunjuk arah mata angin (kompas) menyebabkan bangsa-bangsa Barat semakin termotivasi untuk melakukan penjelajahan samudera mencari daerah baru penghasil rempah-rempah.

Dari ketiga latar belakang di atas, dapat kita ambil makna positif yaitu tekad yang kuat, tidak pernah putus asa, tidak menyerah pada keadaan meskipun ada hambatan dengan ditutupnya Pelabuhan Konstantinopel oleh Kesultanan Turki Utsmani.


Rute Perjalanan Bangsa-bangsa Barat (Portugis, Spanyol, Belanda) Ke Indonesia


1. Ekspedisi Bangsa Portugis
Portugis dan Spanyol menjadi pelopor ekspedisi ke Indonesia. Bangsa-bangsa Barat yang lain kemudian mengikuti jejak Portugis dan Spanyol.
  • Bartholomeus Diaz
Orang Portugis pertama yang memimpin ekspedisi yaitu Bartolomeuz Diaz. Perjalanan menjelajahi dunia oleh Bartolomeuz Diaz diawali tahun 1486. Penjelajahan dimulai dengan menjelajahi pantai barat Afrika, hingga pada khirnya sampailah di Tanjung Harapan Baik (Afrika Selatan), namun penjelajahan ini gagal mencapai Indonesia. Penjelajahan samudera yang dilakukan Bartolomeuz Diaz sangat berarti untuk para armada-armada Portugis selanjutnya.

  • Vasco da Gama
Selanjutnya, ekspedisi menjelajahi lautan dipimpin oleh Vasco Da Gama. Keberangkatan armada laut yang dipimpin oleh Vasco Da Gama dimulai tahun 1497 dengan melewati Tanjung Harapan Baik. Pedagang Arab dan India mereka jumpai ketika tiba di pelabuhan Malinda (Afrika Timur). Akan tetapi, oleh para pedagang Arab dan India tersebut tetap merahasiakan jalan menuju Asia Tenggara. Karena itu para armada laut Portugis melanjutkan perjalanannya menyusuri pantai timur Afrika. Ombak yang besar acap kali menerjang kapal mereka. Daerah berombak besar tersebut terletak di timur laut Afrika terutama di sekitar Ujung Tanduk. Oleh sebab itu, daerah berombak besar ini dinamai Guadafui (berhatihatilah). Pelayaran ini berhasil menyelesaikan rute selat di ujung selatan Laut Merah yang disebut Bab el Mandeb (Gapura Air Mata). Pada tahun 1498), Vasco Da Gama tiba di Kalikut (India). Ekspedissi ini berhasil menemukan rute pelayaran yang baru yaitu pantai timur Afrika, mengganti rute lama yaitu jalur Laut Tengah.

  • Alfonso de Alburqueque
Keinginan aramada laut Portugis kembali timbul. Kali ini mereka ingin menemukan Malaka dan Maluku. Asia Tenggara terdapat daerah yang menjadi pusat perdagangan yang ramai oleh para pengunjung. Daerah itu bernama Malaka, sedangkan Maluku adalah menjadi daerah sumber penghasil rempah-rempah yang sangat terkenal. Keinginan menguasai Maluku disiasati dengan strategi menguasai Malaka. Kolonialisme ini dipimpin Alfonso d’Alburquerque. Pada tahun 1511, ekpedisi yang dipimpin oleh Alfonsso d’Alburquerque berhasil menaklukkan Malaka. Awal penaklukan ini yang menjadi titik awal mereka menuju Maluku dan kemudian diterima oleh raja Ternate. Para armada Portugis diperbolehkan berdagang dan membangun benteeng di Maluku.


2. Ekspedisi Bangsa Spanyol
  • Christoper Colombus
Jalan penjelajahan bangsa Spanyol langsung ke Indonesia diawali oleh penjelajah bernama Christopher Colombus, ia berjalan ke arah barat. Meski orang Italia yang berwarganegara Portugis, namun pelayarannya dibiayai oleh Spanyol. Sehingga. Pelayaran dimulai tahun 1492, ia menemukan sebuah pulau bernama San Salvador. Pada akhirnya, Colombus gagal menemukan India. Ketika Colombus gagal dalam pelayaran, kemudian pelayaran dilanjutkan oleh Ferdinand Magellan.

  • Ferdinand Magellan
Tahun 1519 merupakan tahun keberangkatan pemimpin ekspedisi dari Spanyol bernama Ferdinand Magellan yang melalui Samudera Atlantik. Setelah melewatiujung Amerika Selatan, ia memasuki Samudera Pasifik. Tahun 1521, ia tiba di Filipina. Saat mengatasi perang antar suku di Cebu, magellan terbunuh, kemudian digantikan oleh Del Cano. Ketika dalam pelayaran kembali ke Spanyol, mereka singgah di Tidore. Kemudian, kerjasama antara Spanyol dan Tidore semakin erat, dibuktikan dengan Spanyol membangun benteng di Tidore. Selanutnya Portugis mengetahui kabar singgahnya Spanyol di Tidore, Portugis merasa terancam. Kerajaan Ternate dan Tidore yang sudah lama bermusuhan, mendukung bangsa Barat yang dipilih masing-masing. Spanyol didukung Tidore, sedangkan Portugis didukung Ternate. Benteng Spanyol berhasil direbut Portugis. Pada akhirnya, berkat Paus di Roma, terjadilah perjanjian bernama Perjanjian Zaragoza antara Spanyol dan Portugis. Berdasarkan perjanjian tersebut dibagilah daerah kekuasaan, Maluku dikuasai Portugis, sedangkan Filipina dikuasai Spanyol.


3. Ekspedisi Bangsa Belanda
Kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia tidak terlepas dari jasa-jasa para pemimpin armadanya. Tokoh pelayaran dari Belanda yang paling terkenal adalah Cornelis De Houtman.

Seorang pelaut bernama Cornelis de Houtman memimpin ekspedisi Belanda ke Indonesia. Pada tahun 1595, ujung selatan Afrika diarungi oleh Cornleis de Houtman dan armadanya, hal itu berlangsung sampai pada akhirnya menuju ke arah timur melewati Samudera Hindia. Tahun 1596, melalui Selat Sunda, de Houtman berhasil menginjakkan kaki di Pelabuhan Banten.

Selanjutnya kepeloporan de Houtman dalam ekspedisi menuju Indonesia diikuti oleh pedagang lain dari Belanda, sehingga terjadilah persaingan yang tidak sehat antarpedagang Belanda. Kemudian tahun 1602 Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC/Perserikatan Maskapai Hindia Timur) yang merupakan kongsi dagang dari perusahaan dagang Belanda dengan Gubernur Jenderal pertama VOC bernama Pieter Both. Both mendirikan pusat perdagangan VOC di Ambon, Maluku yang kemudian dipindahkan ke Jayakarta (Jakarta) dengan alasan Jawa lebih strategis sebagai lalu-lintas dagang. Alasan lain yang menjadi penyebab pemindahan pusat perdagangan kaena Belanda ingin menyingkirkan Portugis karena merupakan pesaing mereka di Malaka.


Untuk tambahan informasi silahkan lihat video:
https://www.youtube.com/watch?v=VfRlKas4aFM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Virus Corona - Sejarah dan Perkembangannya